Di balik kelir, pertunjukan wayang kulit memiliki pembagian peran yang saling melengkapi: dalang memainkan tokoh sekaligus menuturkan dialognya, sedangkan gamelan dan tembang mengiringi jalannya pertunjukan. Mengenali lapisan-lapisan ini memberi pegangan untuk mengikuti lakon. [1]

Kelir menjadi tempat bayangan tampil

Tokoh wayang kulit dibuat dari kulit hewan. Dalam pertunjukan, dalang memainkannya dari balik kelir, yaitu layar kain putih. Cahaya lampu listrik atau blencong membuat bayangan wayang jatuh ke kelir dan terlihat oleh penonton di sisi lain layar. [1]

Susunan ini membedakan apa yang dikerjakan di balik layar dan apa yang tampak bagi penonton. Kelir menjadi bidang tempat tokoh hadir sebagai bayangan, sementara dalang berada di baliknya untuk memainkan wayang. [1]

Dalang menggerakkan tokoh dan menuturkan dialog

Peran dalang tidak berhenti pada memainkan wayang. Ia juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh dalam lakon. [1] Karena itu, gerak tokoh dan suara dialog merupakan dua petunjuk untuk mengikuti apa yang sedang berlangsung.

Identitas tokoh penting sebagai pegangan: pemahaman terhadap lakon memerlukan pengetahuan tentang tokoh yang bayangannya tampil di layar. [1] Mengikuti siapa yang muncul dan dialog yang dituturkan dalang membantu menjaga hubungan antara tokoh dan peristiwa dalam cerita.

Lakon wayang umumnya mengambil cerita dari Mahabharata atau Ramayana, tetapi tidak terbatas pada kedua kisah itu. Dalang juga dapat memainkan lakon carangan, yaitu gubahan, dan cerita yang bersumber dari kisah Panji. [1] Jadi, tidak semua lakon perlu dibaca sebagai bagian dari alur dua wiracarita tersebut.

Gamelan dan tembang mengiringi cerita

Gamelan dimainkan oleh sekelompok nayaga, sedangkan tembang dinyanyikan oleh para pesinden. Keduanya mengiringi pertunjukan, sementara dialog tokoh dituturkan oleh dalang. [1] Memisahkan lapisan suara ini membantu pendengar mengikuti cerita tanpa menganggap iringan sebagai dialog tokoh.

Dengan begitu, ada tiga pegangan yang bisa diperhatikan: kelir tempat bayangan tampil, tokoh yang dikenali melalui kemunculannya, dan dalang yang membawakan gerak serta dialog. Gamelan dan tembang melengkapi lapisan pertunjukan sebagai iringan. [1]

Sumber

  • [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Wayang kulit. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29549568&title=Wayang_kulit (diakses 2026-10-17).